Ibu Pemula

By Dewi M - October 20, 2017

Dulu... Dulu sekali, tak pernah membayangkan sedikitpun akan betapa susahnya yang namanya mengurus anak. Bagaimana mungkin aku bisa ngebayangin? Aku dibesarkan sebagai anak tunggal alias anak satu-satunya, rumah kami kedatangan anak bayi tepat saat aku harus melanjutkan pendidikan ke luar kota. Otomatis aku gak pernah ngerasain bagaimana rasanya punya adik, menggendong, memberi makan, mandiin apalagi nyebokin .

Tapi satu hal yang gak pernah ku tau, ternyata aku mampu melakukan itu semua tanpa adanya pelatihan terlebih dahulu (the power of a woman gitu loooh). Ya, wanita emang diciptakan kuat dan mampu bertahan disituasi apapun. Buktinya saja, aku yang dulunya manja bisa membesarkan dua buah hatiku (udah 2, rentang usianya dekatan pula). 

Jangan dibayangkan deh betapa repotnya , berapa kali sehari harus ngomel sambil mengelus dada dan berapa kali seminggu harus diam-diam menangis dipojokan hanya karena duo krucil lagi rewel gak tau apa maunya. 

Belum lagi nih dengar suara-suara sumbang diluar sana yang secara terang-terangan menghakimi, seakan kita ini ibu muda dengan pengalaman nol besar gak bakalan mampu mengurus anak. Beban mental banget tau gak kalau ada ibu-ibu lain tiba-tiba ngomong "anakku waktu seusia anakmu gitu udah pintar ngomong lho, kok anakmu belum lancar ngomongnya?". Kalau udah gitu, seperti biasa saya hanya membalasnya dengan senyuman manis tanpa berkata-kata. Dalam hati ngebatin aja "mungkin ibu itu gak pernah baca atau nanya ke ahli kalau anak-anak itu berbeda-beda perkembangannya.

Berbekal keyakinan bahwa aku pasti mampu membesarkan mereka dan juga rentetan doa yang tak henti-hentinya ku panjatkan agar aku selalu diberi kekuatan untuk menjalankan amanatNya (lebay mode on), ku singkirkan semua keraguan yang sempat mengisi hati ini. Soal omongan orang di luar sana, udah kebal cyiiin. Gak pernah saya gubris, walaupun kadang kala mampu merontokkan semangat. Kalau semangat udah mulai mengendor, hanya satu kata ajaib yang mampu mengencangkannya "you're the best mommy for them". Siapa lagi selain kita yang mampu mencintai mereka sepenuh hati? Adakah orang yang lebih baik selain kita, ibunya untuk mendidik anak-anak?!

Jadi, untuk ibu baru di luar sana jangan menyerah. Beruntung kita dilahirkan di zaman sekarang dimana teknologi sudah maju, walaupun tanpa pengalaman parenting sebelumnya tak akan jadi masalah. Banyak informasi mengenai parenting yang bisa digali lewat internet, grup facebook ataupun grup yang lain. Asal mau belajar, kita pasti bisa menjalani peran kita sebagai ibu sampai mereka mampu berdiri sendiri. 

Maaf kalau tulisan ini gak penting, baru belajar nulis cyiin jadi apa aja yang terlintas dipikiran ditulis aja. Hehehe 
Salam,
Dewi

  • Share:

You Might Also Like

0 comments