Nikah Tua? Why Not!

By Dewi M - November 08, 2017


Dua bulan belakangan, banyak sekali pesta pernikahan yang digelar. Hal tersebut terlihat dari banyaknya undangan yang mampir di rumah dan juga berseliwerannya foto-foto pernikahan di beranda facebook, baik itu teman dekat, tetangga ataupun publik figure. Bahkan yang tak kalah heboh, pernikahan putri semata wayang bapak Presiden Joko Widodo, mbak Kahiyang dan mas Boby.

Seiring dengan maraknya peredaran foto pernikahan di sosmed, maka muncullah caption-caption baper para single ladies di luar sana. Yang punya pacar ngasih kode baik secara halus ataupun terang-terangan agar cepat-cepat mengikuti jejak si gundul, *eh. Jejak teman yang menikah maksudnya, apalagi nih teman-teman seangkatan udah pada melepas masa lajang, wuuuih pasti deh, suasana panas tak bisa lagi dihindarkan. Pun demikian dengan yang belum punya pacar, langsung cap cus cari jodoh biar gak kehabisan stok 😀.

Undangan pernikahan teman, foto-foto pernikahan sampai caption romantis pasangan yang baru nikah selalu punya pengaruh besar terhadap single ladies. Belum lagi nih, kadang bisikan manja tetangga dan teman-teman yang menanyakan mengenai kapan menikah?, kok belum nikah padahal udah lama pacarannya?, betah ya pacaran lama-lama? dan yang paling menusuk hati "udah tua kok belum nikah?. Dari sekian pertanyaan dan pernyataan dari orang sekitar biasanya nih pertanyaan yang terakhir yang membuat single ladies di luar sana kebakaran jenggot.

Sepertinya usia yang sudah mencapai seperempat abad dan belum menikah merupakan momok tersendiri bagi para wanita. Masyarakat disekitar kita cenderung berpikir bahwa seorang wanita harus segera menikah alias menikah muda. Kalau laki-laki sih biasanya aman-aman aja walaupun sudah berumur tapi belum menikah. Helloww, jaman udah berubah bu, jaman now umur 27 itu masih muda lho, beda lah dengan jaman old umur 27 belum nikah udah dapat cap perawan tua.

Nah, tak jarang karena tekanan orang-orang sekitar yang begitu dahsyatnya dan ramainya pernikahan yang digelar, sukses membuat para single ladies minta dinikahin secepatnya. Akhirnya banyak yang memutuskan untuk buru-buru menikah karena gengsi bahkan tak jarang sampai mutusin pacarnya, demi apa? Ya, tentunya demi cari yang lain yang siap nikah lah! Sebenarnya gak apa-apa sih sah sah aja cari yang lain, selama gak cari suami orang. 😋

Tapi tahu kah kalian para single ladies? Menikah itu tak sebahagia kelihatannya, tak semulus jalan tol bebas hambatan. Kehidupan pernikahan, sangat jauh berbeda dengan pacaran. Banyak yang harus dikorbankan dan banyak surprise baik itu yang bikin senyum, ketawa sambil guling-guling, sampai yang bikin menangis tiga hari tiga malam.

Tak jarang kami para wanita muda yang sudah terikat pernikahan iri melihat kalian, yang masih mampu mengejar karier, masih bisa nongkrong sana sini tanpa memikirkan hari ini masak apa, rumah udah beres belum?, anak udah mandi apa masih bau kecut?. Belum lagi kalau mau jalan harus bawa gembolan peralatan si kecil, dll. Tapi kami berusaha mensyukuri apa yang telah Tuhan gariskan pada kami, mencoba menikmati peran baru yang benar-benar menguras emosi dan juga mengoyak hati yang rapuh ini. 😁

Jika kalian masih single, syukuri itu. Tapi kan udah tua, masa mau single selamanya?! Gak selamanya juga keleees, yakinlah bahwa kalian akan menikah jika waktunya tepat. Bukankah Tuhan sudah menciptakan makhlukNya berpasang-pasangan? untuk apa lagi kalian risau. Banyak juga kok wanita di luar sana yang baru menikah saat usianya memasuki kepala 3, apa itu mengurangi kebahagian rumah tangga mereka?! Nyatanya gak berpengaruh.

Being single artinya kalian masih diberi waktu buat belajar, buat mengembangkan diri. Yang belum bisa masak bisa mulai belajar masak supaya kalau sudah nikah nanti suaminya gak kelaparan, yang belum terbiasa mengurus pekerjaan rumah seperti bersih-bersih bisa dibiasakan mulai sekarang. Karena apa? Karena hal-hal kecil tersebut kadang bisa memicu masalah besar diantara suami istri. Nah yang paling penting, semakin bertambahnya umur seseorang maka semakin dewasa pula pemikirannya. Ya, kedewasaan berpikir merupakan salah satu keuntungan dalam dunia pernikahan setidaknya jalan yang dilalui lebih sedikit lubang nya, goncangannya juga tidak sedahsyat yang menikah di usia muda walaupun masih gak bisa mulus jalannya. Karena tidak ada pernikahan yang benar-benar mulus, untuk mencapai kebahagiaan dalam pernikahan selalu ada jalan berliku dan bergelombang bahkan terjal yang harus dilalui. *lebaymodeon

Menikah artinya kita siap berkomitmen, siap berubah, siap melepaskan ego kita, bukan hanya siap berbagi. Terkadang apa yang terlihat baik sewaktu masih pacaran, ternyata itu semua hanya pencitraan belaka. Bagaimana pun juga wanita di wajibkan menjadikan suaminya imamnya, ridho suami ada ridho Allah. Sudah siapkah kalian mengalah? Menomor dua kan urusan kalian demi urusan rumah tangga?!

So, buat single ladies di luar sana. Jangan bersedih jika kekasih hatimu belum melamarmu, mungkin saja dia masih memantaskan diri agar bisa bersanding bersamamu kelak. Tuhan masih memberi kesempatan kepada kalian untuk menikmati kebebasan kalian, untuk makin memantapkan diri agar rumah tangga yang dijalani kelak serasa surga. Jangan terbebani jika melihat teman menikah mendahuluimu, seharusnya kalian bersyukur jadi bisa belajar pengalaman berumah tangga darinya.

Tapi gimana donk keburu tua nih?! Itu lagi itu lagi, coba sana tanya sama yang nanya, emang situ nikah umur berapa? *gaknyambungya 😂



  • Share:

You Might Also Like

1 comments

  1. Trimakasih,,tulisannya menenangkanku..*eh brasa dah tua😅

    ReplyDelete