Baby Blues, Bukan Sekadar Mitos! Yuk, Kenali Gejalanya!

By Dewi M - October 15, 2018

Istilah baby blues atau postpartum distress syndrome mungkin saja masih asing di telinga sebagian orang. Baby blues merupakan perasaan gundah gulana yang muncul pasca melahirkan. Perasaan bahagia yang dirasakan manakala menanti si buah hati justru berubah menjadi sesuatu yang menakutkan bagi ibu pasca melahirkan. 

 Sumber gambar: gulalives.co

Baby blues sendiri terjadi karena perubahan hormon yang ada di dalam tubuh. Jika sebelumnya hormon kehamilan mendominasi, maka setelah si buah hati telah lahir ke dunia hormon kehamilan tersebut berkurang drastis. Nah, hal tersebutlah yang memicu timbulnya pergolakan emosi bagi para wanita yang baru saja menjadi ibu. 

Gejala Baby Blues Syndrome

Meskipun sering diabaikan, namun baby blues benar adanya. Pernah suatu ketika selepas melahirkan anak pertama, rasa bahagia yang baru saja hinggap di hati tiba-tiba berubah menjadi ketakutan yang luar biasa. Memiliki anak tanpa pernah punya pengalaman mengurus anak kecil sebelumnya membuat hati ini tiba-tiba saja menciut. Beribu pertanyaan muncul di benak ini. Apakah bisa saya mengurus? Apakah saya bisa memberikan yang terbaik bagi malaikat kecil yang berada dalam buaian ini? Dan banyak pertanyaan lainnya.

Sumber gambar: hellosehat.com

Akibat dari rasa cemas yang berlebihan tersebut saya hanya bisa menangis manakala melihat wajah si bayi yang sedang terlelap. Bahkan tangisan saya biasanya akan semakin menjadi beradu dengan tangisan bayi mungil tersebut. Jika ditanya mengapa saya justru menangis saat mengamati wajah lugu sang bayi, bukankah seharusnya saya merasa bahagia telah dikarunia anugerah terindah dambaan siapa saja yang sudah berkeluarga? Jujur saya tak mampu menjelaskan alasannya, saya hanya ingin menangis titik!

Tau tidak, Moms? Yang saya alami di atas merupakan contoh salah satu ciri-ciri atau gejala dari baby blues. Selain menangis tanpa alasan yang jelas, gejala lain dari baby blues diantaranya:

  1. Mudah lelah.
  2. Sulit untuk tidur dan beristirahat.
  3. Mudah marah meski karena kesalahan kecil sekalipun. 
  4. Ada perasaan menyesal dan bersalah saat memandang wajah si kecil.
  5. Enggan menggendong dan kurang memperhatikan si kecil, meskipun saat itu si kecil menangis membutuhkan ibunya.
 Apa yang Harus Dilakukan untuk Menanganinya?

Sumber gambar: shareinfo28.com


Jika Mommy melihat gejala tersebut pada orang terdekat yang baru melahirkan alangkah baiknya jika kita turut membantu si ibu melewati masa pemulihan pasca melahirkan agar baby blues tidak berlarut-larut. Baby blues yang berlarut-larut dapat menyebabkan postpartum depression. 

Sebagai orang terdekat kita bisa membantunya dengan ikut menjaga bayi agar ibu masih bisa melakukan aktivitas harian seperti mandi dan makan dengan hati tenang. Selain itu pastikan ibu memiliki waktu istirahat yang cukup dan jangan biarkan ibu mengalami kelelahan. 

Dengan dukungan dan pengertian dari orang-orang terdekat, fase baby blues pun dapat dilewati dengan baik. Bagi Mommy yang merasakan gejala baby blues tetaplah berpikir positif. Yakinlah bahwa dirimulah ibu terbaik bagi malaikat kecil yang sedang ada dalam dekapanmu.


-End-





  • Share:

You Might Also Like

4 comments

  1. Bisa gitu ya, Mbak. Sepertiny kalau mau punya anak memang harus betul2 dipersiapkan semuanya yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, bun. Harus siap lahir batin. Hehehe

      Delete
  2. Kayaknya saya juga pernah gitu mb dew. Gak sampai parah sih, cuma kadang merasa sedih aja. Berarti memang pengaruh hormonal ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, bener bun. Pengaruh hormon kehamilan yang tiba2 berkurang drastis.

      Delete