Ingin Sukses Menyapih Si Kecil? Terapkan 5 Kiat Ini!

By Dewi M - October 13, 2018

Tak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang ibu selain melihat buah hati terus tumbuh dan berkembang setiap harinya. Banyak pengalaman baru yang pastinya kita dapatkan dalam mengawal tumbuh kembangnya. Jika dahulu -sebagai ibu baru- banyak drama yang hadapi saat mulai memberikan ASI bagi buah hati. Kini saat usia si kecil menginjak 2 tahun, ibu juga harus bersiap-siap dengan drama baru penyapihan.

Seperti saat pertama kali mengASI si kecil, menyapih juga tak kalah merepotkannya lho, moms! Meskipun tidak semua anak rewel saat disapih. Seperti halnya yang saya alami. Saat menyapih anak pertama, semuanya aman, tanpa kendala, no drama. Serius? Serius banget, lah! Namun, berbeda dengan ketika menyapih si adik. Si adik lebih susah untuk ditangani, bahkan emaknya sampai harus rela bergadang beberapa hari setiap malam karena si adik masih belum bisa move on. 



 Sumber gambar: kompas.com



Selain harus menghadapi tingkah bayi yang biasanya rewel selama proses menyapih, mommy juga harus siap mengalami rasa nyeri dan bengkak pada payudara. Nah, agar proses penyapihan bisa berjalan lancar tanpa hambatan, alangkah baiknya jika mommy mempersiapkan diri terlebih dahulu. Jangan sampai proses menyapih gagal dan harus diulang dari awal. Biasanya sih, proses menyapih akan semakin alot. Hihihi


Apa saja yang bisa mommy lakukan agar proses menyapih bisa berjalan mulus? Yuk, simak triknya berikut ini:

1.       1. Kurangi Frekuensi Menyusui
Sebelum menyapih saya mengurangi pemberian ASI pada siang hari. Alihkan perhatian anak dengan memberi cemilan sehat dan air putih. Biasanya nih, mengurangi pemberian ASI saat siang hari lebih mudah daripada saat malam hari.
Meskipun sebelum tidur si anak diberikan susu uht misalnya, namun biasanya anak akan tetap meminta ASI. 

2.      2. Sounding
Berikan penjelasan pada anak bahwasannya ia perlu untuk berhenti menyusu. Lakukan dengan Bahasa sederhana dan lemah lembut. Meskipun terkesan cuek, namun sebenanrnya anak mengerti akan perkataan kita. Pada si adek saya melakukan sounding beberapa bulan sebelum usianya tetap 2 tahun. 

3.     3. Mantapkan hati
Menurut saya nih, ya! Menetapkan hati merupakan hal yang paling susah saat menyapih. Ibu mana sih yang tega melihat rengekan anaknya? Apalagi biasanya nih anak sampai nangis kejer hingga meraung-raung. Kasihan, kan? Tapi, mommy jangan sampai luluh memberikan kembali ASI kepada anak, ya! Karena hal tersebut justru akan menghambat proses menyapih.

4.      4. Menyiapkan makanan atau minuman pengganti
Agar anak tetap tenang meskipun sudah tidak menyusu, mommy harus memastikan bahwa perut anak selalu kenyang. Selain memerikan makanan utama, mommy juga harus menyiapkan cemilan. Biasanya nih, jika anak kenyang maka anak tidak akan rewel dan sedikit demi sedikit rela move on dari ASI. Untuk minuman pengganti ASi mommy bisa menawarkan air putih dan susu uht. 

5.     5. Minta Bantuan Suami
Peran suami ternyata sangat dibutuhkan dalam proses penyapihan, lho moms! Jika sebelum disapih anak biasanya nempel sama ibu ketika mau tidur. Maka saat proses menyapih ayah bisa mengambil peran tersebut. Dengan begitu anak terhindar dari godaan ingin menyusu. Selain itu minta dukungan suami agar mommy bisa konsisten dalam menyapih.

Meskipun tidak mudah dan butuh sedikit perjuangan bahkan hingga menguras emosi, berhasil menyapih si kecil merupakan sebuah pengalaman yang membahagiakan. Sebenarnya sedih juga sih, ya melepas si adik agar tidak menyusu lagi. Namun, bukan berarti lepas menyusui maka bonding kita dan anak akan berkurang. Justru kita bisa mempererat bonding dengan cara yang berbeda dan tentu saja lebih asyik.


  • Share:

You Might Also Like

32 comments

  1. Masyaallah.. makasih banget mom sharingnya.. kebetulan sekarang aku juga lagi pengen menetapkan hati buat menyapih si adek yang udah 2y1m.

    Udah sering sounding ke si adek, tapi kayaknya perlu menyiapkan poin 3 dan 4 nya.. hihi

    main2 ke blog ku ya mom, ditunggu sharingnya ^^

    ReplyDelete
  2. Saya kebetulan lagi ng-ASI. Usia anak 1 tahun mbak. Sipp bisa diterapkan jelang dia 2 tahun kelak. Smoga gak drama hikss

    -Mak Belalang-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tenang Mak, masih ada waktu satu tahun. Hehehe

      Menyapih emang menguras emosi, Mak! Awal2 Emaknya semangat nyapih, giliran anak udah bisa move on emaknya lagi yang galau. Hihihi

      Delete
  3. Hheh mb Dewi..salam kenal😊

    Iya ya mb, sama pas anak pertama menyapihnya mudah..Yg kedua woww..rewelnya sampai susah. Apalagi para orang tua yang nyuruh pake brotowali atau biji mahoni, udah di coba eh yo kebal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal, mbak Nur.
      Iya nih, harusnya yang pertama ya yang penuh drama. Ini malah kebalik. Hehehe

      Delete
  4. Inget waktu nyapih si adik 5 tahun yang lalu, dramanya cuma seminggu habis itu anteng lagi ... Malah ibunya yang mellow kangen nyusuin wkwkwk

    ReplyDelete
  5. Luar biasa ilmunya mba... Walau saya sudah punya anak dua dan dua-duanya sudah besar tapi kadang ilmu-ilmu kaya gini perlu direfresh, semoga pada anak ketiga, saya bisa aplikasikan ini yah...

    ReplyDelete
  6. 4 bulan lagi nyapih BJ nggak ya nih? Thank you sharingnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuu mulai disounding babynya, bun biar lebih mulus nyapihnya.

      Delete
  7. Wah, thank you Mom, kebetulan anak kedua saya full ASI, insyaAllah ntar diterapkan tipsnya. http://www.bombonasam.club

    ReplyDelete
  8. dulu belum sempat mengaplikasikan jurus2 menyapih hehe
    soalnya anaknya nggak mau sendiri. btw, thank you tipsnya mbak.
    salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama seperti anak saya yang pertama, mendekati usia 2 tahun gak mau sendiri.

      Delete
  9. Alhamdulillah..yang udah berhasil nyapih... Yg berat itu memantapkan hati. Kadang gak tega pas lihat dia nggak nyusu..hiks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget, Milea! Menyapih itu berat, andai bisa Dilan saja yang wakilin. Wkwkwk

      Delete
  10. Wah, makasih tipsnya Mba Dewi. Kebetulan si Ade bentar lagi udah harus disapih ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah, senangnya! Semangat, bun. Semoga lancar saat proses penyapihan nanti.

      Delete
  11. Siap moms meski aku belum punya anak, tapi tipsnya kece punyaaa. Kudu di bookmark ini mah. Sip.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak apa2, mbak. Yang penting tau ilmunya dulu. Hehehe

      Delete
  12. Infonya bagus nich. Saya keep dulu, maklum kasih single. Hehehe...

    ReplyDelete
  13. mantapkan hati! ini yang paling penting, karena kadangggg rasa gak tegaa itu muncul :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, Bun. Dan yang paling ngeselin kadang setelah baby berhssil dispih, bundanya malah baper. Kangen pengen nyusui lagi.

      Delete
  14. Duh ini episode yang penuh perjuangan dan kebaperan. Enggak tega tapi harus tega.

    ReplyDelete
  15. Duh edisi penuh air mata dan kebaperan ya mbak. Enggak tega tapi harus tega iya kan

    ReplyDelete
  16. makasi mba, sharenya bermanfaat, sangat

    ReplyDelete